Biji kopi yang kau berikan pagi itu masih ku simpan dan akan kusimpan entah sampai kapan, mungkin itu hanya sebuah biji kopi tapi untukku berbeda arti jika itu kau yang memberi.
Aku juga tak mengerti mengapa aku seperti ini denganmu, aku mencoba memberikan apa yang bisa ku usahakan untukmu, tapi terkadang aku masih merasa apa yang kuberikan apa yang kulakukan tidak sebanding dengan apa yang telah kau berikan dan kau lakukan untukku. aku takut. entah mengapa aku juga tak tahu. mungkin kau bisa memberitahuku. tapi sepertinya kau tak tertarik dengan ini semua.
sempat aku berpikir apa aku cuma kau manfaatkan untuk kepentinganmu saja? Tapi hati kecil ku yakin, kau tak sejahat itu. kutepis jauh-jauh pikiran itu.
ketika rasa peduli akan masa depanmu itu datang aku takut hanya akan menekan mu untuk segera menyelesaikan.
Aku bingung harus bagaimana. sikapmu sangatlah misterius. tidak ada yang bisa menebaknya. Hanya kau dan Tuhan yang tahu.
Pernah ku berdoa untuk meminta diberikan petunjuk untuk meninggalkanmu jika kau memang yang tak untukku. tapi petunjuk meninggalkan mu tak ada, yang ada hanya petunjuk untuk terus seperti ini. Apa aku yang salah dengan petunjukNya ? karena aku tahu Tuhan maha tahu , Tuhan maha segalanya tentang rasa yang ada pada makhluknya.
Sempat kuberpikir untuk pergi, sudah cukup. aku capek. Tapi selalu saja hati kecil ku tak terima, ia tak ingin ku meninggalkanmu dengan segala sesuatu yang belum kau selesaikan.
Banyak orang berpikir betapa bodohnya aku, bertahan denganmu sangat lama yang tanpa kejelasan.
Sakit. Ada rasa yang menusuk hati ini dengan tiba-tiba ketika mereka berpikir demikian.
Hatiku kembali berbicara, kalian tak tahu, kalian tak mengerti, hanya dari luar kalian melihatnya. Aku, hatiku, pikiranku yang menjalani ini semua.
Bagaimana pun kamu, seperti apapun kamu aku terima. Tak peduli ku dengan perkataan orang lain yang tak mengenalmu atau mereka yang hanya mengenalmu pada luarnya saja.
Apapun nanti seperti apapun akhir nya aku takkan menyesal dan ku tak akan menyalahkan mu, karena rasa ini ada bukan salahmu, Tuhan yang telah menitipkan rasa ini padaku untukmu.
Aku ingin menanti saat nanti kita berada pada suatu keputusan. Berakhir indah atau tidak, aku akan terima. terima kedua nya dengan rasa yang sama yaitu Bahagia dan rasa Syukur karena kau telah dihadirkan dalam hidupku, untuk masa depanku atau hanya sebagai pelajaran untukku.
